Rabu, 12 Juni 2013
Moneter
Bab I
Kebijakan moneter adalah kebijakan dari otoritas moneter (bank sentral) dalam bentuk pengendalian agregat moneter (seperti uang beredar, uang primer, atau kredit perbankan) untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan. Perkembangan perekonomian yang diinginkan dicerminkan oleh stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, dan kesempatan kerja yang tersedia.
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, “margin requirement“, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kamis, 02 Mei 2013
INFLASI
BAB I
PENGERTIAN INFLASI
Inflasi
adalah kenaikan harga secara umum, atau inflasi dapat juga dikatakan
sebagai penurunan daya beli uang. Makin tinggi kenaikan harga makin
turun nilai uang. Defenisi diatas memberikan makna bahwa, kenaikan harga
barang tertentu atau kenaikan harga karena panen yang gagal misalnya,
tidak termasuk inflasi.
Ukuran
inflasi yang paling banyak adalah digunakan adalah: Consumer price
indeks” atau “ cost of living indeks”. Indeks ini berdasarkan pada harga
dari satu paket barang yang dipilih dan mewakili pola pengeluaran
konsumen. Barang-barang dalam paket itu dibobot sesuai dengan
kepentingan relatifnya bagi konsumen. Dan data harga diperoleh dalam
bentuk indeksasi. Indeks yang lain juga dapat diperoleh dari “deflatoir
GNP pada harga konstan”. Kelebihan indeks ini bukan hanya
memperhitungkan harga barang konsumen tetapi juga harga barang kapital
dan barang ekspor.
Inflasi
adalah masalah seluruh dunia. Namun berdasarkan data negara yang sedang
berkembang, yang lebih banyak pengalamannya dalam hal ini inflasi
dibanding dengan negara industri. Penyebaran inflasi keseluruh dunia
terjadi oleh karena adanya mekanisme perdagangan keuangan yang saling
berkaitan antara negara dunia.
Rabu, 03 April 2013
pasar persaingan sempurna
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pada pasar ini kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran
dapat bergerak secara leluasa. Ada pun harga yang terbentuk benar-benar
mencerminkan keinginan produsen dan konsumen. Permintaan mencerminkan keinginan
konsumen, sementara penawaran mencerminkan keinginan produsen atau penjual.
Bentuk pasar persaingan murni terdapat terutama dalam bidang produksi dan
perdagangan hasil-hasil pertanian seperti beras, terigu, kopra, dan minyak
kelapa. Bentuk pasar ini terdapat pula perdagangan kecil dan penyelenggaraan
jasa-jasa yang tidak memerlukan keahlian istimewa ( pertukangan, kerajinan ).
Dalam persaingan sempurna ini pembeli dan penjual berjumlah
banyak. Artinya, jumlah pembeli dan jumlah penjual sedemikian besarnya, sehingga
masing-masing pembeli dan penjual tidak mampu mempengaruhi harga pasar. Dengan
demikian masing-masing pembeli dan penjual telah menerima tingkat harga yang
terbentuk di pasar sebagai suatu datum atau fakta yang tidak dapat di ubah.
Bagi pembeli, barang atau jasa yang ia beli merupakan bagian kecil dari
keseluruhan jumlah pembelian masyarakat. Bagi penjual pun berlaku hal yang sama
sehingga bila penjual menurunkan harga, ia Akan rugi sendiri, sedangkan bila
menaikan harga. Maka pembeli akan lari penjual lainnya.
BAB
II
PEMBAHASAN
STRUKTUR
PERSAINGAN PASAR SEMPURNA
Dengan demikian, pasar mempunyai
peranan yang sangat strategis bagi pelaku bisnis (produsen) dan masyarakat
secara keseluruhan. Tanpa ada akses pasar, maka tidak mungkin suatu bisnis
dapat bertahan hidup. Pasar adalah tempat para produsen bersaing merebut
konsumen dalam rangka mencapai tujuan usahanya. Di samping itu, pasar mempunyai
berbagai bentuk struktur yang mempunyai hukumnya sendiri-sendiri, sehingga
berpengaruh dan menentukan tinggi rendahnya harga yang akan terjadi.
Langganan:
Postingan (Atom)